Drop Caps Style – Membuat Blog Bergaya Koran
Pernah baca koran kan? Gak, wah kalau sampai gak pernah, keterlaluan
. Atau kalo gitu pernah baca majalah? kalo yang ini mudah2 an pernah. Soalnya, kali ini saya akan mencoba menulis soal Drop Caps style yang sering digunakan sebagai awal huruf di majalah ataupun koran.
Drop Caps, apalagi itu? Sesuai dengan dengan lead artikel tadi, drop cap berhubungan dengan majalah, koran atau media cetak lainnya. Sejauh yang saya tahu, drop caps adalah sebuah fitur style yang tersedia di PageMaker. Dimana, style ini digunakan untuk membuat huruf awal sebuah artikel menjadi lebih besar dari huruf lainnya. Namun, kini penggunaannya tidak terbatas hanya di majalah atau media cetak saja. Media online, seperti blog ataupun website sudah mulai banyak mengaplikasikan penggunaan style ini. Lalu kenapa banyak yang menggunakan style drop cap ini, apakah berhubungan dengan SEO atau optimisasi web sehingga mendatangkan pengunjung lebih banyak?
Tekhnik ini tak berhubungan dengan SEO (IMHO). Namun secara tidak langsung bisa menyebabkan pengunjung betah. Pasalnya, diyakini oleh para pengguna drop cap ini tampilan web ataupun blog mereka jadi lebih menarik. Bukankah kalau tampilan blog menarik akan membuat pengunjung betah. Dan sangat mungkin mereka akan kembali (return visitor), yang pada akhirnya bisa jadi pengunjung tetap. Kalau sudah begitu menguntungkan bukan.
Wah, kepanjangan nih pengantarnya. OK, langsung saja. Ada dua cara yang bisa diterapkan untuk membuat style drop cap.
1. Langsung membuat codenya saat membuat post
2. Atau bisa juga dengan membuatkan style CSS
Cara yang pertama terbilang kurang efisien. Berikut contohnya :
<p style=”text-align: justify”><span style=”float: left; color: darkblue; font-size: 50px; line-height: 30px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; font-family: times”>C</span>ontoh penggunaan Drop Cap dalam Blog ataupun situs Anda. Nah, huruf awalnya menjadi lebih besar kan. Jadi lebih menarik bukan?</p>
Hasilnya seperti dibawah ini :
Contoh penggunaan Drop Cap dalam Blog ataupun situs Anda. Nah, huruf awalnya menjadi lebih besar kan. Jadi lebih menarik bukan?
Berikut contoh penggunaan Ringkasan Cerita di bagian dalam artikel :
<div style=”text-align:left;”>
<p style=”float: right; width: 170px; margin-top: 15px; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; font-family: Arial,Helvetica,Georgia; font-size: 17px; line-height: 16px; color: black; text-align: right; background-color:#eeCCee”> <span style=”color: red”>Ini contoh ringkasan cerita singkat di sisi kanan.</span> <strong>Ringkasan cerita ini membantu pembaca yang tak punya waktu banyak. </strong></p>
<p style=”text-align: justify”> Daripada artikel yang sudah susah-susah ditulis gak kebaca ada baiknya menerapkan pemakaian style seperti yang Anda lihat di sisi kanan tulisan ini. Style ini bisa diterapkan untuk menyiasati pembaca “minim waktu”. iasanya pembaca jenis ini hanya membaca judul artikel karena keterbatasan waktu yang dimilikinya. Maka, majalah atau koran membuat ringkasan seperti ini, singkat dan merangkum semua artikel. Selain bisa mengetahui isi berita dala;m waktu singkat, style ini juga bisa menambah gaya atau nilai layout berita. Namun tak hanya ini cara untuk menyiasati pembaca “minim waktu” ini. Biasanya, penulis akan membuat lead artikel (semacam pengantar) berita atau artikel, singkat namun merangkum semua artikel.</p></div>
Hasilnya seperti ini :
Ini contoh ringkasan cerita singkat di sisi kanan. Ringkasan cerita ini membantu pembaca yang tak punya waktu banyak.
Daripada artikel yang sudah susah-susah ditulis gak kebaca ada baiknya menerapkan pemakaian style seperti yang Anda lihat di sisi kanan tulisan ini. Style ini bisa diterapkan untuk menyiasati pembaca “minim waktu”. iasanya pembaca jenis ini hanya membaca judul artikel karena keterbatasan waktu yang dimilikinya. Maka, majalah atau koran membuat ringkasan seperti ini, singkat dan merangkum semua artikel. Selain bisa mengetahui isi berita dala;m waktu singkat, style ini juga bisa menambah gaya atau nilai layout berita. Namun tak hanya ini cara untuk menyiasati pembaca “minim waktu” ini. Biasanya, penulis akan membuat lead artikel (semacam pengantar) berita atau artikel, singkat namun merangkum semua artikel.
Untuk style drop cap yang menggunakan CSS, akan ditulis dalam edisi berikut.

lumayanlah, tp kayaknya perlu lebih jelas lg tuh
kok ga bisa ya?????
kalo hurufnya diganti gambar bisakan? saya pernah liat seperti itu, bagaimana caranya? kalau sempet tolong dikabari jawabannya. thanks
Makasih infonya, ini yang saya cari. Saya bookmark dulu, mo cari panduan yg lain dulu buat perbandingan..